Afriyani Susanti membacakan pembelaan (pledoi) diiringi derai air mata. Mengenakan kerudung warna abu-abu dan berbalut baju hitam, dia membela diri jika semua yang telah diperbuat adalah kekhilafan semata.
"Banyak orang bertanya mengapa wajah saya tidak menampakkan penyesalan usai menabrak. Apakah mungkin mimik sesorang bisa dijadikan penilaian? Jika begitu buat apa ada hati," kata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar